Senin, 02 Februari 2026
Tes kesehatan sebelum menikah (premarital check-up) adalah serangkaian pemeriksaan medis yang dilakukan oleh calon pasangan suami istri untuk mengetahui kondisi kesehatan, mendeteksi risiko penyakit menular atau genetik, serta mempersiapkan kehamilan dan keturunan yang sehat. Memeriksakan kondisi kesehatan tubuh secara berkala merupakan hal yang sepatutnya dilakukan oleh masyarakat, termasuk pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Pasalnya, rangkaian tes dalam premarital check-up atau cek kesehatan pranikah dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan serta mendeteksi penyakit turunan sejak dini.
Pemeriksaan kesehtan pra-nikah ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah preventif untuk membangun keluarga yang berkualitas. Pre-marital check-up atau cek kesehatan pra-nikah tentunya dapat mengetahui kondisi kesehatan pasangan.
Medical check up pra-nikah pada dasarnya bisa dilakukan kapan saja, tetapi dianjurkan untuk melakukannya pada 3-6 bulan sebelum menikah. Agar apabila ditemukan masalah kesehatan pada pasangan, masalah tersebut dapat segera ditangani dengan tepat dan mencegah resiko yang mungkin timbul pada pasangan ataupun calon keturunan dapat diminimalisir.
Medical check up pra-nikah biasanya mencakup 7 jenis pemeriksaan utama yang tujuannya adalah untuk mencegah penularan penyakit menular antar pasangan, mengetahui risiko genetik yang berdampak pada anak, mempersiapkan kehamilan sehat dengan deteksi dini masalah kesehatan dan memberi waktu untuk pengobatan atau vaksinasi sebelum menikah. Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan kesehatan sebelum menikah yang umum dilakukan oleh calon pasangan:
Serangkaian tes darah akan ditempuh akan ditempuh calon pengantin untuk mendeteksi anemia, infeksi atau kelainan darah yang bisa mempengaruhi kesehatan pasangan dan kehamilan. Tes darah yang dilakukan mencakup leukosit, hematokrit, trombosit, Hb, eritrosit, hingga laju endap darah. Untuk perempuan, pemeriksaan tingkat Hb akan membantu mereka mengetahui risiko thalassemia.
Pemeriksaan ini terdiri dari pemeriksaan VDRL/RPR untuk mendeteksi penyakit sifilis, pemeriksaan HbSAg untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B, dan pemeriksaan HIV untuk mendeteksi penyakit HIV. pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit menular seksual untuk mencegah penularan virus dari ibu kepada anaknya ketika masih berada di dalam kandungan.
Pemeriksaan kadar gula darah dilakukan untuk menentukan kondisi hiperglikemia pada pasangan. Tujuannya dilakukan untuk mengetahui risiko komplikasi yang disebabkan oleh diabetes saat hamil (diabetes gestasional) dan kesehatan jangka panjang bagi keluarga.
Chat with Edho