cc Edelweiss Call Us
Language
Berita

Deteksi Kelainan pada Janin dengan USG Fetomaternal. Simak Penjelasannya!

Senin, 11 Mei 2026

Deteksi Kelainan pada Janin dengan USG Fetomaternal. Simak Penjelasannya!

Kehamilan yang sehat adalah impian setiap orang tua. Namun, pada beberapa kondisi, diperlukan pemeriksaan yang lebih mendalam untuk memastikan kondisi janin di dalam kandungan. Salah satu pemeriksaan unggulan dalam dunia medis saat ini adalah USG Fetomaternal.


Apa Itu USG Fetomaternal?

USG Fetomaternal adalah pemeriksaan ultrasonografi tingkat lanjut yang bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan pada janin maupun ibu hamil secara lebih detail dan akurat. Berbeda dengan pemeriksaan rutin biasa, USG ini merupakan bagian dari sub-spesialisasi kedokteran kebidanan (fetomaternal) yang berfokus pada diagnosis dan tata laksana kehamilan berisiko tinggi.


Apa yang di Cek dengan USG Fetomaternal?

Melalui USG Fetomaternal, dokter dapat memantau berbagai aspek kesehatan yang tidak terlihat pada USG standar, antara lain:

  • Kelainan Genetik dan Kongenital: Mendeteksi risiko gangguan kromosom seperti Down Syndrome serta kelainan fisik bawaan seperti bibir sumbing atau kelainan jantung.

  • Struktur Organ Janin: Memeriksa pembentukan organ dalam mulai dari otak, tulang belakang, hingga ginjal secara terperinci.

  • Aliran Darah: Menilai kecukupan aliran oksigen dan nutrisi melalui pembuluh darah tali pusat.

  • Kondisi Lingkungan Janin: Memantau volume air ketuban dan letak serta fungsi plasenta.

Apa Perbedaan USG Biasa dan USG Fetomaternal?

Perbedaan utamanya terletak pada kedalaman analisis dan tenaga medis yang menangani:

  • USG Biasa (2D/3D/4D): Umumnya dilakukan untuk melihat posisi bayi, jenis kelamin, dan pertumbuhan dasar.

  • USG Fetomaternal: Menggunakan teknologi yang lebih sensitif untuk memetakan anatomi janin secara mikro. Selain itu, pemeriksaan ini dilakukan oleh Dokter Spesialis Obgyn Konsultan Fetomaternal (Sp.OG, Subsp. KFM) yang memiliki keahlian khusus dalam menangani kasus medis kompleks.

Kapan USG Fetomaternal Dilakukan?

Secara umum, pemeriksaan ini sangat disarankan untuk dilakukan pada dua periode penting:

  1. Trimester Pertama (Minggu 11–14): Untuk skrining awal kelainan kromosom (seperti mengukur ketebalan tengkuk janin).

  2. Trimester Kedua (Minggu 18–24): Untuk pemindaian anatomi menyeluruh guna memastikan seluruh organ tubuh janin terbentuk dengan sempurna.

Siapa yang Perlu Menjalani USG Fetomaternal?

Meskipun bermanfaat bagi semua ibu hamil, USG ini sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki kondisi berikut:

  • Usia ibu di atas 35 tahun saat hamil.

  • Memiliki riwayat penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.

  • Memiliki riwayat keguguran berulang atau kelahiran bayi dengan kelainan bawaan sebelumnya.

  • Hamil kembar.

  • Dicurigai adanya kelainan pada hasil pemeriksaan USG rutin sebelumnya.

Apakah USG Fetomaternal Aman untuk Janin?

Ya, USG Fetomaternal sepenuhnya aman. Prosedur ini tidak menggunakan radiasi sinar-X, melainkan memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar janin. Hingga saat ini, tidak ada bukti medis yang menunjukkan efek samping negatif bagi ibu maupun janin dari penggunaan ultrasonografi.


Pastikan masa kehamilan Bunda terpantau dengan optimal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obgyn Konsultan Fetomaternal kami untuk mendapatkan skrining kesehatan janin yang lebih mendalam dan akurat.


Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan janji temu.

Telepon : 02286023000
WhatsApp : 088 860 23000
Emergency Call : 150-550
Website : www.edelweiss.id
Alamat: Jl. Soekarno Hatta No.550, Bandung. Edelweiss Hospital - Memberi Makna pada Kehidupan.



FAQ

1. Apa sebenarnya perbedaan utama antara USG rutin dengan USG Fetomaternal?

  • USG Rutin: Fokus pada hal dasar seperti melihat posisi bayi, jenis kelamin, dan pertumbuhan fisik secara umum.

  • USG Fetomaternal: Menggunakan teknologi yang jauh lebih sensitif untuk memetakan anatomi janin secara mikro dan mendeteksi kelainan genetik atau organ dalam secara mendalam. Pemeriksaan ini juga dilakukan oleh dokter spesialis sub-spesialisasi (Konsultan Fetomaternal).

2. Apa saja yang bisa dideteksi oleh USG Fetomaternal yang tidak terlihat pada USG biasa?

  • Risiko gangguan kromosom seperti Down Syndrome.

  • Kelainan fisik bawaan, misalnya bibir sumbing atau kelainan jantung.

  • Detail pembentukan organ dalam seperti otak, tulang belakang, dan ginjal.

  • Kecukupan aliran oksigen dan nutrisi melalui pembuluh darah tali pusat.

3. Apakah semua ibu hamil wajib menjalani USG ini? 
Meskipun bermanfaat bagi semua orang, pemeriksaan ini sangat dianjurkan (kehamilan risiko tinggi) bagi ibu dengan kondisi:

  • Usia di atas 35 tahun saat hamil.

  • Memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.

  • Hamil kembar atau memiliki riwayat keguguran berulang.

  • Hasil USG rutin sebelumnya mencurigai adanya kelainan.

4. Apakah prosedur ini aman bagi janin jika dilakukan berkali-kali?
Sangat aman. USG Fetomaternal tidak menggunakan radiasi sinar-X, melainkan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Hingga saat ini, tidak ada bukti medis yang menunjukkan efek samping negatif bagi ibu maupun janin. 


Bagikan
Artikel Lainnya
si Edho Chat with Edho